Teknologi Laptop

Perkembangan Teknologi Laptop

Seiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi di dunia, teknologi pada laptop juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Perkembangan yang terjadi selama ini diantaranya adalah:

Baterai
Pada awal kemunculannya, laptop menggunakan baterai lead-acid yang berat. Karena beratnya, banyak orang yang kemudian beralih ke baterai yang lebih ringan dan dengan teknologi yang lebih efisien. Baterai lead-acid kemudian digantikan oleh Nickel Cadmium (NiCD). Untuk selanjutnya karena perkembangan teknologi, terjadi pergantian baterai yang berturut-turut dari NiCD yang digantikan oleh Nickel Metal Hydride (NiMH), yang kemudian digantikan oleh Lithium Ion, dan terakhir yang dipakai hingga saat ini adalah Lithium Polymer.

Power-saving Processor
Sekitar tahun 1991 penggunaan prosesor terbatas hanya pada prosesor 80286 karena pengunaan tenaga yang besar pada prosesor 80386. Intel kemudian memperkenalkan prosesor Intel 386SL yang sesuai dengan kebutuhan energi pada laptop. Untuk selanjutnya Intel 386SL dikembangkan lagi menjadi Intel 386SX yang dilengkapi dengan pengontrol memori dan I/O chip untuk membuat SL chipset. Kemudian Intel mengeluarkan prosesor 486SL yang merupakan cikal bakal dikeluarkannya Intel Pentium, yang terus dipakai hingga saat ini.

Layar LCD
Pada awal-awal kemunculan laptop, layar yang digunakan hanya berupa layar hitam putih. Untuk selanjutnya digunakan layar biru putih, grayscale, dan STN (Super Twist Matrix). Namun gambar yang dihasilkan oleh layar ini berbayang, kabur. Layar STN berwarna sempat digunakan, namun hasilnya masih tetap jelek. Selanjutnya terdapat inivasi yang ekstrem dengan menggabungkan layar STN dan TFT. Layar ini mengatasi sebagian besar masalah yang ada. Kemudian digunakan layar DSTN, namun tidak bertahan lama. Kemudian dikembangkan lagi teknologi yang menghasilkan layar yang jernih dan tajam serta mempunyai resolusi yang tinggi, yang digunakan untuk menggantikan monitar CRT tradisional.

Hard disk
Pada awalnya, laptop hanya menggunakan floppy hard disk. Untuk selanjutnya dikembangkan 3.5” HDD sebagai respon dari tuntutan dari kebutuhan notebook yang menggunakan tenaga yang lebih kecil dan efisien. Untuk selanjutnya dikembangkan 2.5 HDD yang lebih kecil lagi karena bentuk dari notebook yang juga mengalami perubahan.

Koneksitas
Saat menggunakan laptop, kadangkala kita perlu melakukan koneksi dengan jaringan lain. Kita perlu modem yang dapat menjadi penghubung dalam melakukan koneksi. Modem internal dan PS/2 adalah peralatan standar yang terdapat dalam komputer. Selanjutnya dikembangkan untuk menggunakan network adapter. Pada tahun 1997 sebagai sarana koneksi digunakan USB. Pada tahun 1999 banyak yang menggunakan Wi-Fi sebagai sarana koneksi.
(www.turbolaptop.com)
0 Responses